Senin, 15 Juli 2013

Thinking Habit: Inner Change

Kemarin saya berbicara dengan rekan, tentang perubahan budaya disebuah organisasi. Organisasi ini sangat baik emciptakan budaya sehat dalam organisasinya. Setiap siang disediakan makan siang yang sehat, seperti tidak ada gorengan, tidak menggunakan msg. Tiga bulan sekali, dilakukan pengukuran lemak dan berat badan dan setahun sekali dilakukan medical check up, serta diberikan tunjangan untuk berolah raga seperti fitness. Tentunya hal ini sangat baik bagi setiap orang yang ada didalamnya, namun pertanyaannya bagaimana reaksi orang didalam?

Ternyata, makan siang lebih banyak yang makan diluar karena makanan  Didalam rasanya kurang enak. Walaupun  tidak disediakan makan gorengan, namun setiap sore mereka beli gorengan untuk makan sore bersama. Yang menggunakan fasilitas fitness jarang terlihat. Kenapa demikian? Karena program tinggallah program, tidak ada hubungannya dengan perubahan pribadi. Perubahan itu lebih abadi ketika kita Memulainya bukan dari luar namun dari dalam.

Yang saya maksud dari dalam adalah perubahan yang melalui proses pemikiran kognitif secara sadar dan perenungan perasaan secara mendalam. Perubahan tanpa kedua proses diatas bisa saja terjadi dengan adanya rasa takut akan sesuatu misalnya hukuman, figur otoritas, dsb. Perubahan jenis ini lebih cepat terjadi dan cenderung tidak bertahan ketika hal yang ditakuti tersebut hilang atau tidak ada. Sedangkan perubahan dengan dua proses  internal akan cenderung menetap, dikarenakan kita sadar alasan perubahan tersebut dan manfaatnya untuk diri sendiri.

Jadi mari mulai menggarap inner change kita masing-masing, agar kita dapat memperoleh perubahan yang sejati. Mau mencoba? Start Small Start Now #Begin!

Tidak ada komentar: