Tampilkan postingan dengan label reinventing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reinventing. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Januari 2016

Reinventing Our Life

Tahun baru telah tiba. Kita mulai lagi siklus kehidupan dari angka 1. Siklus tahunan ini adalah momentum yang baik untuk memperbaharui hidup. Reinventing adalah kata yang saya pilih untuk memperbaharui diri. Reinventing atau menemukan kembali berarti kita melihat kembali eksistensi diri kita dan menemukan makna-makna baru. 



Terinspirasi dari seni kintsugi, dimana gelas yg sudah pecah diberikan makna baru dengan goresan emas sebagai penyambung retakan. Demikian juga dengan manusia, di tahun 2015 mungkin ada hal-hal yang membuat kita retak bahkan hancur. Nah sekarang saatnya kita menyambung bagian retak itu dengan emas. Bagaimana caranya?

Sempat saya sampaikan di posting Inspirasi Dibalik Kisah, proses Reinventing yaitu BERDAMAI, BERI MAKNA, BERADAPTASI, dan BERTINDAK
Mari kita bahas satu persatu

Berdamai
Memiliki makna apapun yang kita alami sebelumnya, baik atau buruk perlu kita terima menjadi bagian dari hidup kita dan kita terima dengan ikhlas. Jangan terjebak dengan kejayaan masa lalu atau terbelenggu rantai trauma kejadian buruk yang menimpa kita. Saran saya serahkan segala kekuatiran dan kekuatiran kita kepada pencipta, bila ada yang menyakiti kita maafkan dan kita move on

Beri Makna
Ambil hikmah dari setiap kejadian, pasti ada hal yang bisa kita tarik sebagai pelajaran hidup. Temukan makna makna dibalik kejadian itu dan tarik hal yang positif saja. Tanyakan pada diri kita beberapa pertanyaan ini, melalui kejadian tersebut apa pelajaran hidup yang bisa saya bagikan bagi orang lain?  Setelah menemukan jawabannya tanam itu dalam benak kita.

Beradaptasi
Ada kejadian yang mungkin membuat kita tidak bisa menjalani hidup seperti sedia kala, sebagai contoh, kondisi fisik yang melemah atau kehilangan seseorang. Hal ini membutuhkan kita untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut. Bila makna berkaitan dengan mengapa (why), maka beradaptasi berkaitan dengan bagaimana (how). Tahap ini perlu tekad, karena kita akan mengubah kebiasan yang selama ini sudah nyaman kita lakukan.

Bertindak
Artinya kita perlu dengan konsisten menjalankan perubahan ini dan menjadikan kebiasaan baru yang hidup dalam diri kita. Berat? Sudah pasti bro, tapi kita perlu berubah untuk maju.

Lalu apakah proses ini berhenti sampai disini? Tidak sobat! Karena perubahan terus terjadi, dan kita harus terus menerus melakukan proses reinventing secara terus menerus. Sama seperti teknologi yang terus menerus berinovasi menjadi lebih cepat dan lebih maju, mari kita juga melakukan hal yang sama dengan hidup kita. Keep REINVENTING your life! 



Selasa, 29 Desember 2015

Inspirasi Dibalik Kisah Cangkir

Tulisan hari ini adalah inspirasi yang disarikan dari kisah Cangkir Kesayangan Sang Kaisar yang di publish sebelumnya. Kisah ini sedehana, namun penuh makna dalam kehidupan. (Bila belum sempat membaca silahkan klik link diatas)




Mari kita simak beberapa hal yang dapat kita pelajari dari kisah ini

Cangkir.
Dapat diartikan sebagai kehidupan kita, yang kita sayangi. Tentunya kita sepakat bahwa hidup kita berharga dan kita selalu jaga agar indah dan membanggakan bagi diri kita. Namun sering kali baik sengaja ataupun tidak, kita menghancurkan kehidupan kita. Permasalahan dalam keluarga, pekerjaan, perseteruan datang bertubi-tubi seperti menambahkan retak dalam kehidupan kita.

Kaisar
Perlambangan dari diri kita sendiri. Apa saja yang kita bisa pelajari dari sikap kaisar. Pertama tanggung jawab. Kitalah yang punya kuasa terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan ini. Sering kali kita lupa dengan menyalahkan orang lain terhadap apa yang kita alami. Kita menyalahkan boss, orang tua, rekan kerja, adik, siapa pun yg bisa disalahkan. Selama kita belum mengambil tanggung jawab akan apa yang terjadi dalam hidup kita, maka kita tidak akan pernah maju. Kedua determinasi, sang kaisar tidak berhenti memperbaiki cangkirnya sampai ia mendapatkan yang terbaik. Sikap pantang menyerah dalam menghadapi masalah kehidupan sangat diperlukan. Sampai kapan hal ini perlu? sampai berhasil mencapai tujuan kita.

Perbaikan menggunakan plat besi.
Ini melambangkan proses perbaikan yang sesungguhnya berhasil, karena proses ini mengembalikan fungsinya sebagai gelas untuk minum. Namun perbaikan ini tidaklah sempurna. Dalam hidup seringkali kita kenal dengan sikap praktis dan quick fixed, hal ini tidak salah, namun tidak menyelesaikan masalah dalam jangka panjang. 

Perbaikan dengan metode Kintsugi
Inilah cara yang luar biasa, memperbaiki dengan menghargai  kerusakan yang ada dan menemukan kembali (REINVENTING) menjadi karya baru yang lebih indah. 

Demikian juga dengan hidup, kita belum bisa kembali kemasa lalu dan memperbaiki setiap kesalahan kita. Oleh karena itu kita perlu berdamai dan beradaptasi dengan masa lalu, lalu memaknainya dengan perspektif yang berbeda agar dapat menjadi batu loncatan dalam hidup untuk kita dapat bertindak lebih baik lagi. Proses Berdamai, Beradaptasi, Beri Makna, dan Bertindak inilah yang saya sebut sebagai RE INVENTING YOUR LIFE. 

Sebentar lagi 2015 akan berlalu, mungkin ada kejadian yang membuat hidup kita pecah seperti cangkir sang kaisar. Tentunya kita tidak ingin hidup kita tetap hancur karena masa lalu, lets #Begin! REINVENTING our life dan temukan kembali kehidupan yang lebih baik!







Senin, 28 Desember 2015

Cangkir Kesayangan Sang Kaisar



Alkisah di negri sakura pada abad ke 15, budaya minum teh sedang naik daun. Tidak terkecuali sang kaisar yang sangat gemar minum teh, dan beliau memiliki cangkir teh kesayangan yang selalu ia gunakan setiap acara minum teh dengan tamu-tamu kenegaraan. Cangkir itu teramat indah karena dibuat oleh seniman berbakat yang paling ternama di negri itu menggunakan tehnik dan bahan terpilih. Tidak jarang sang kaisar memamerkan cangkir itu kepada tamunya dan menjadi teramat bangga dengan cangkir kesayangannya itu. 


Suatu saat tanpa sengaja cangkir itu terjatuh dan pecah. hati sang kaisar sedih,  melihat cangkir kesayangannya hancur. Karena memiliki rasa yang dalam terhadap cangkir tersebut, sang kaisar menyuruh org utk memperbaiki cangkir itu sampai ke negri Tiongkok. Cangkir itu berhasil diperbaiki dan dapat berfungsi, namun menjadi kurang indah di pandang, karena diperbaiki menggunakan plat besi dan sangat terlihat kasar. Keindahan yang sebelumnya tidak bisa kembali, kebanggaan yang pernah ada tidak ia dapatkan lagi, Sangat bisa dipahami nasi sudah menjadi bubur, tidak mungkin bisa kembali.

Metode memperbaiki dengan menggunakan plat besi

Namun Sang Kaisar memiliki determinasi dan pantang menyerah. Akhirnya ia memanggil seluruh seniman berbakat di negri itu dan meminta mereka memikirkan cara memperbaiki cangkir itu dengan indah. Mereka berpikir keras bukan hanya untuk mengembalikan fungsinya namun juga menemukan kembali keindahannya.


Akhirnya mereka menemukan caranya dengan menggunakan getah yg dicampur dengan bubuk emas, getah berfungsi utk melekatkan dan emas membuat alur yang indah pada cangkir itu.


Kaisar sangat puas dengan hasil perbaikan itu, cangkir itu menjadi lebih indah dari sebelumnya, cangkir tersebut seperti terlahir kembali menjadi bentuk baru yang menginspirasi. Retaknya tetap terlihat, namun menjadi sangat indah karena berlapis emas. Menimbulkan karakter seni tinggi pada cangkir tersebut.


Sejak saat itu banyak orang terpesona dengan keindahan cangkir sang kaisar. Bahkan ada diantara mereka yang sengaja memecahkan cangkir mereka utk disambung menggunakan emas atau perak. Disaat itulah muncul seni KINTSUGI,


Bukankah hidup kita juga seperti Cangkir itu. Ada hal-hal yg terjadi, yang membuat kita hancur dan menyesal. Namun jangan menyerah, lakukan perubahan #Begin! Reinventing your life. Jadikan hidup kita lebih berharga dari sebelumnya.

*Cerita terinspirasi dari kisah Shogun Ashikaga Yoshimasa